Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Barat, sebuah badan penanggulangan bencana daerah di Sumatera Barat, Indonesia, menghadapi kritik atas penanganan pengaduan warga. Badan tersebut, yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan dan melaksanakan kegiatan kesiapsiagaan dan tanggap bencana di wilayah tersebut, dituduh gagal menangani keluhan masyarakat lokal secara tepat waktu dan efektif.
Salah satu permasalahan utama yang diangkat oleh warga adalah lambatnya respons lembaga tersebut terhadap keluhan mengenai kurangnya layanan dasar dan infrastruktur di komunitas mereka. Banyak warga yang melaporkan bahwa keluhan mereka mengenai masalah-masalah seperti pasokan air yang tidak memadai, kondisi jalan yang buruk, dan kurangnya fasilitas kesehatan tidak terjawab selama berbulan-bulan, sehingga menyebabkan frustrasi dan kekecewaan di kalangan penduduk setempat.
Selain lambatnya respons terhadap pengaduan, warga juga mengkritik lembaga tersebut karena kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengambilan keputusan. Banyak warga yang merasa bahwa tindakan lembaga tersebut tidak didasarkan pada kebutuhan dan prioritas masyarakat, melainkan pertimbangan politik dan kepentingan pribadi.
Kritik terhadap BPBD Pesisir Barat muncul di saat daerah tersebut menghadapi tantangan yang semakin besar terkait bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi. Kegagalan badan tersebut untuk secara efektif mengatasi kekhawatiran masyarakat lokal dapat menimbulkan konsekuensi serius terhadap kemampuan daerah tersebut dalam merespons dan pulih dari bencana di masa depan.
Menanggapi kritik tersebut, lembaga tersebut berjanji untuk meningkatkan komunikasinya dengan masyarakat lokal dan mengambil tindakan untuk mengatasi kekhawatiran mereka. Namun, banyak warga yang masih skeptis terhadap kemampuan lembaga tersebut untuk memenuhi janjinya, mengingat rekam jejak lembaga tersebut yang tidak bertindak dan kurangnya transparansi.
Situasi di Pesisir Barat menjadi pengingat akan pentingnya lembaga penanggulangan bencana yang efektif dan responsif dalam menjamin keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di daerah rawan bencana. Penting bagi lembaga-lembaga ini untuk mendengarkan suara penduduk lokal, memprioritaskan kebutuhan mereka, dan bertindak cepat dan tegas untuk mengatasi permasalahan mereka. Hanya dengan melakukan hal ini mereka dapat membangun kepercayaan dan kredibilitas di antara komunitas yang mereka layani dan secara efektif memenuhi mandat mereka untuk melindungi dan mendukung mereka yang membutuhkan.
